12 Pola “Emotion Root Map”

Apakah yang dimaksud dengan 12 pola “Emotion Root Map” atau yang kami sebut juga dengan 12 pola emosi tidak produktif ini?

Ini adalah 12 pola yang merupakan “turunan” dari 3 kebutuhan emosi dasar manusia. Jika kamu belum mengetahui apa itu 3 kebutuhan emosi dasar, maka sebelum melanjutkan membaca penjelasan disini, kamu harus membaca penjelasan pendahuluannya lebih dulu disini.

12 pola ini muncul ketika seseorang tidak tercukupi salah satu, atau dua, atau ketiga kebutuhan emosi dasarnya.Berikut ini adalah pola “turunan” dari rasa aman, rasa berharga, dan rasa kendali diri.

Secara umum, jika seseorang tidak tercukupi kebutuhan akan rasa aman, maka seseorang bisa terdorong untuk memiliki pola perilaku:

LOST [TAKUT KEHILANGAN / MERASA DITINGGALKAN]

Orang dengan pola ini mudah merasa ditinggalkan, mudah merasa sendiri dan takut kehilangan banyak hal.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, mudah depresi karena kesepian, sensitif atau perasaannya mudah terluka ketika ada sesuatu yang terambil atau ditinggalkan, mencoba menyimpan hal-hal berharga untuk dirinya sendiri, menabung berlebihan, mencoba menuruti semuanya demi supaya tidak ditinggalkan atau sesuatu tidak diambil daripadanya.

Bentuk perilaku agresif  dari pola ini adalah posesif, ngotot atau agresif dalam mempertahankan sesuatu atau seseorang, mengambil atau menyerang lebih dulu sebelum diambil atau diserang, bersikap agresif kepada siapapun yang mencoba mengambil sesuatu yang penting dari dirinya, memaksa orang untuk bersama dengan dirinya.

 

UNTRUST [CURIGA]

Orang dengan pola ini sulit mempercayai orang lain dan tidak bisa membuka dirinya begitu saja kepada orang lain. Orang dengan pola ini cenderung memiliki benteng emosional di dalam dirinya.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, menarik diri dan tidak mau terlalu terlibat, tertutup dan tidak mau mempercayakan hidupnya kepada orang lain, bersikap kritis dan cermat kepada apapun, cenderung skeptis pada berbagai hal, tidak mau mendelegasikan dan cenderung menyimpan untuk diri-sendiri, jarang untuk mau memiliki hubungan yang mendalam dengan orang lain.

Bentuk perilaku agresif dari pola ini adalah sering mengkritik dan mempertanyakan banyak hal, berani menentang pihak-pihak otoritas, menyingkirkan orang yang menurutnya tidak bisa dipercaya, cenderung eksklusif dan membangun kelompoknya sendiri, bisa bersikap sangat keras atau kasar kepada orang yang dianggap tidak bisa dipegang janjinya.

Secara umum, jika seseorang tidak tercukupi kebutuhan akan rasa berharga, maka seseorang bisa terdorong untuk memiliki pola perilaku:

UNLOVED [KEKECEWAAN EMOSIONAL]

Orang dengan pola ini merasa tidak ada orang yang bisa mengasihi dan menerima pribadinya, ia cenderung mudah kecewa jika ekspektasinya pada seseorang tidak menjadi kenyataan.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, mudah depresi, mudah menilai rendah dirinya sendiri, mudah merasa kecewa dan membiarkan perasaan itu menguasai dirinya dalam waktu lama, mudah menarik diri dan meninggalkan semua hal dengan begitu saja, mudah menyerahkan diri kepada orang atau apapun yang tampaknya bisa memberikan rasa nyaman, dan cenderung mudah mengakhiri hal-hal penting yang pernah ia mulai ketika ia sedang mengalami kekecewaan.

Bentuk perilaku agresif dari pola ini adalah, menyerang dan menyalahkan orang-orang yang menurutnya tidak benar, menuntut (dan bisa memaksa atau mengharuskan) orang lain untuk memenuhi kebutuhan emosinya, melakukan berbagai hal (bahkan bisa yang ekstrim – termasuk hal-hal yang merendahkan harga dirinya) demi mendapatkan perasaan dikasihi / diterima / dihargai, mudah menyalahkan orang, memiliki standar yang tinggi untuk sebuah hubungan dengan orang lain (demanding).

 

ANTI SOCIAL

Orang dengan pola ini merasa sulit untuk bersosialisasi dan tidak nyaman untuk berada di dalam sebuah kelompok, terutama yang berisi orang-orang baru.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, menyendiri, minder, pasif dan tidak mau terlibat dalam hal-hal yang bersifat publik dan masal, tidak menyadari potensi-potensi yang ia miliki, mudah terjebak pada aktifitas-aktifitas virtual yang mengikat (game, pornografi, social media, dll.)

Bentuk perilaku agresif dari pola ini adalah, berusaha keras untuk membeli pertemanan, sehingga selama ia belum mampu memiliki sesuatu yang superior, ia tidak akan mau membangun pertemanan. Ini bisa memicu dirinya untuk melakukan usaha keras dan tidak mempedulikan banyak hal, demi supaya ia memiliki sesuatu yang bisa diandalkan dalam membeli pertemanan.

 

LOW-ESTEEM [MERASA TAK LAYAK]

Orang dengan pola ini merasa dirinya tidak layak untuk mendapatkan sesuatu yang baik dan menilai dirinya rendah.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, tidak percaya diri, mudah merasa berhutang budi terutama kepada orang-orang yang melakukan kebaikan kepadanya, sulit untuk menolak (berkata “tidak), tidak berani mengambil tanggung jawab, menghindari kritik, cenderung mengucilkan dirinya sendiri dari dunia.

Bentuk perilaku agresif dari pola ini adalah, berpenampilan berlebihan, menyerang orang yang mengkritik, mudah sombong atas hal-hal yang menurutnya hebat yang ia miliki, merendahkan orang lain, mudah mencari dan menunjukkan kelemahan orang lain, menunjukkan sikap yang kasar dan pedas agar ditakuti orang.

 

INCAPABLE [MERASA TAK MAMPU]

Orang dengan pola ini merasa dirinya tidak memiliki kemampuan yang cukup dan cenderung merasa gagal.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, menarik diri dari berbagai kesempatan dan tanggung jawab, tidak yakin dengan dirinya sendiri dan bahkan seringkali menjelekkan diri-sendiri, cenderung mudah bersikap pasrah dan tidak mau berjuang, mudah menyerah.

Bentuk perilaku agresif dari pola ini adalah, cenderung mencari-cari kesalahan orang lain, cenderung bergaul dengan orang-orang yang ia nilai levelnya di bawah dirinya, menyalahkan situasi atas kegagalan yang terjadi.

 

ACHIEVER [MENGEJAR PRESTASI]

Orang dengan pola ini merasa selalu kurang dan merasa harus terus membuktikan diri agar layak menerima penghargaan.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, menghindar dari lingkungan yang terlalu sulit untuk ditaklukkan, meninggalkan hal-hal yang menurutnya tidak memberikan hasil nyata, mudah berpindah begitu saja.

Bentuk perilaku agresif dari pola ini adalah, sangat kompetitif, tidak mau kalah dan bahkan bisa menghalalkan segala cara untuk menang, workhaholic, perfeksionis, menganggap segala sesuatu sebagai sebuah kompetisi, bisa cenderung menjadi oportunis.

Secara umum, jika seseorang tidak tercukupi kebutuhan akan rasa kendali diri, maka seseorang bisa terdorong untuk memiliki pola perilaku:

DEPENDENT [KETERGANTUNGAN]

Orang dengan pola ini sangat tergantung dengan orang lain dan menyerahkan kendali hidupnya kepada orang lain.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, sulit memutuskan, mudah berubah-ubah pendirian, terlalu mengandalkan pertolongan orang lain, melimpahkan hal-hal sulit kepada orang lain, mementingkan zona nyaman, cenderung menghindari hal-hal beresiko atau yang tidak pasti.

Bentuk perilaku agresif dari pola ini adalah, mudah menyalahkan situasi dan orang lain, menuntut (demanding) kepada orang lain, bisa memaksa orang lain untuk melakukan yang dia butuhkan.

 

INDEPENDENT

Orang dengan pola ini umumnya merasa sanggup melakukan semua sendiri, tidak mau ditolong, dan tidak mau memperlihatkan kelemahan.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, individualis dan tidak mau terlibat dengan orang lain, menyimpan semua hal untuk diri-sendiri serta sulit berbagi, bisa terjebak untuk asyik hidup dalam kesendirian, terus membangun kekuatan diri-sendiri (bahkan bisa secara ekstrim).

Bentuk perilaku agresif dari pola ini adalah, menyingkirkan orang dengan mudah, mengambil alih pekerjaan dengan begitu saja dari wilayah orang lain, tidak mau menolong orang lain.

 

FEAR [KETAKUTAN/KECEMASAN]

Orang dengan pola ini hidup dalam baying-bayang ketakutan bahwa akan terjadi sesuatu yang tidak baik yang menimpa dirinya atau orang-orang di sekitarnya.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, mudah khawatir dan cemas, memperhitungkan resiko dengan cermat, sulit menjadi tenang dan rileks, cenderung melakukan persiapan secara ekstrim, bisa menjadi paranoid untuk hal-hal yang sederhana.

Bentuk perilaku agresif dari pola ini adalah, overprotektif, berlebihan dalam mengantisipasi sesuatu, membelanjakan uang berlebihan untuk alasan “pengamanan” / berjaga-jaga, berusaha merebut kendali atas semua hal, mengambil alih kendali dari tangan orang lain yang dianggap tidak mampu.

 

MARTYR

Orang dengan pola ini cenderung hidup dengan mengorbankan diri untuk orang lain.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, merasa tidak berhak memperoleh sesuatu untuk diri-sendiri, selalu menolong orang lain, melayani orang lain dengan berlebihan, tidak bisa menolak, membiarkan orang memilihkan untuk dirinya, berusaha menyenangkan semua orang.

Bentuk perilaku agresif dari pola ini adalah, memaksa untuk selalu hadir bagi orang lain, memaksa orang lain juga menjadi martir, menyerang / menyalahkan orang-orang yang ia anggap mementingkan diri-sendiri atau tidak peduli pada orang lain, mengambil alih tanggung jawab kesalahan orang lain dan menjadikan dirinya tameng.

 

SPOIL [MANJA]

Orang dengan pola ini ingin semua kemauannya dituruti dan merasa seolah-olah semua hal ada dalam kendalinya.

Bentuk perilaku pasif dari pola ini adalah, mencintai kenyamanan dan tidak mau berurusan dengan hal-hal sulit, bergantung pada fasilitas dan keadaan, meninggalkan begitu saja hal-hal yang dia anggap tidak bisa dipertahankan lagi, cenderung rapuh ketika berhadapan dengan kegagalan.

Bentuk perilaku agresif dari pola ini adalah, menjadi “bossy” dan memerintah seenaknya, memaksa orang lain menyediakan apa yang ia inginkan, bisa menjadi keras kepala untuk pendapat dan keyakinan yang ia pegang, mudah melempar kesalahan pada orang lain.

Kalau kamu ingin mengetahui, apakah di dalam dirimu ada pola-pola tidak produktif ini, atau ingin mengetahui seberapa kadar pola-pola ini ada di dalam dirimu, kamu bisa mengikuti tes “Emotion Root Map” ini.

Leave a Reply