Kepribadian Terungkap Dari Cara Menyetir Mobil?

Kepribadian Terungkap Dari Cara Menyetir Mobil?

Pernahkah kamu berpikir bahwa dengan mengamati dan melihat cara seseorang dalam mengemudikan mobil, sebenarnya kita bisa mengungkap seperti apa kepribadian orang tersebut? Ternyata para ahli psikologi sudah berpikir tentang hal ini sejak lama. Bahkan, bukan cuma ahli psikologi, tetapi institusi pemerintahan di beberapa negara bahkan sudah menangkap adanya hubungan antara kepribadian seseorang dengan gaya menyetirnya.

Di Brazil, sejak tahun 1960an, mereka sudah menyertakan tes kepribadian sebagai salah satu prosedur dalam proses mendapatkan surat ijin mengemudi. Di Amerika dan Australia, juga berlaku hal yang serupa, dimana banyak riset dilakukan untuk menemukan korelasi antara gaya menyetir dengan kepribadian seseorang.

MENGAPA ADA KETERKAITAN?

Dimanakah letak keterkaitan antara kepribadian seseorang dengan gaya menyetir mobil? Seperti yang kita pahami, bahwa kepribadian seseorang muncul sebagai respon-respon otomatis yang umum dia lakukan. Mengemudikan mobil adalah aktifitas yang sangat mengandalkan respon otomatis. Itu sebabnya, seseorang bisa mengemudikan mobil sambil melamun, memikirkan hal yang lain, bahkan beberapa orang bisa menyetir sambil melakukan aktifitas lain seperti menelpon, ngobrol, dan membalas pesan.

Karena erat dengan fungsi otomatis, maka disinilah peran kepribadian juga muncul. Itu sebabnya, sebenarnya, dengan hanya melihat gaya menyetir seseorang, kita bisa memprediksi seperti apa kurang lebih gaya kepribadian yang dimiliki orang itu.

Misalnya, ada orang yang sangat berhati-hati dalam mengendarai mobil, ia membatasi kecepatan maksimalnya dan tidak pernah mau melebihi batas itu (meski sebenarnya bisa dan jalanan sedang sangat kosong). Maka, kita bisa menduga kemungkinan orang tersebut memiliki kepribadian yang penuh perhitungan, menghindari resiko, berhati-hati dan memikirkan efek jangka panjang.

Sebaliknya, ada pula orang yang mengendarai mobil dengan gaya ala “cowboy”, yaitu dengan berani mengambil celah-celah sempit demi mendahului mobil lain, lalu memacu mobilnya semaksimal mungkin dan dengan berani mengambil gerakan-gerakan menyalip yang “menegangkan” ala Fast And Furious. Kita bisa menduga kemungkinan orang itu memiliki kepribadian yang dinamis, agresif, kompetitif, cenderung cepat bertindak tanpa berpikir terlalu rumit, mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan, dan bertindak cepat.

Contoh lain, kalau Anda berjumpa dengan orang yang kalau mengendarai mobil suka “mepet-mepet” dengan mobil lain dan sering mengerem mendadak maupun tancap gas dengan segera juga, maka kita boleh menduga mungkin ia memiliki kepribadian yang impulsif, bertindak cepat sesuai dorongan hati, kurang mempertimbangkan secara keseluruhan, dan berani dalam memutuskan sesuatu.

Ada sangat banyak hal yang bisa kita amati dari seseorang ketika dia mengendarai mobil. Dari pengamatan itu, janganlah kaget kalau kamu akan mengungkap banyak sekali informasi mengenai kepribadian orang tersebut. Bila diibaratkan mobil adalah kehidupan, maka cara dia mengemudikan mobil itu juga bisa merepresentasikan cara dia dalam “mengemudikan” hidupnya sendiri.

Lihatlah bagaimana cara dia memacu kendaraannya. Lihatlah bagaimana cara dia “mengambil” jalan. Lihatlah bagaimana dia menyalip. Lihatlah bagaimana dia meresponi mobil lain yang mencoba mengambil jalurnya. Lihatlah bagaimana sikapnya ketika macet. Lihatlah sikapnya ketika dia berhadapan dengan lampu kuning yang segera menjadi merah. Lihatlah bagaimana dia menghadapi polisi tidur. Lihatlah bagaimana caranya mengemudi ketika dia sudah terlambat. Semua hal itu bisa memberikan kita petunjuk berarti.

Jadi, lain kali kalau kamu sedang berada dalam satu mobil, terutama dengan orang yang ingin kamu kenali kepribadiannya dan kebetulan dia sedang menyetir mobil itu, maka itulah kesempatan bagus untuk mengenali seperti apa orang tersebut. Melalu caranya mengendarai mobil itu.


SHARE:


Leave a Reply