3 Jurus Meraih Kebahagiaan

3 Jurus Meraih Kebahagiaan

Tidak perlu diragukan lagi, semua pencarian kita di kehidupan ini bermuara pada satu tujuan yaitu kebahagiaan. Kita bekerja dengan harapan uang yang kita dapat bisa memberikan Kebahagiaan nantinya. Memutuskan berkeluarga, sampai ingin berbuat baik kepada orang lain juga semuanya berlandaskan pada satu hal yaitu kiranya semua itu bisa memberikan Kebahagiaan.

Seorang pekerja bekerja keras bangun pagi pulang malam dengan harapan uang yang dikumpulkan nanti bisa dipakai untuk mendapatkan kebahagiaan. Ketika uang sudah banyak terkumpul namun ia tidak memiliki waktu menikmati uang yang ia cari ia pun merasa kebahagiaan itu bukan soal banyaknya uang tetapi tentang menikmati hidup seperti bisa berkumpul bersama keluarga, bisa traveling, dan makan-makanan enak. Ketika pekerja mulai bisa menikmati hidupnya dan jatuh sakit ternyata kebahagiaan itu bukan soal banyak uang maupun bisa menikmati kehidupan tetapi ia menganggap kesehatan adalah sebuah kebahagiaan dalam hidup. Ketika sudah sehat, ia mengganggap namanya bahagia itu ketika bisa membantu banyak orang memberikan sumbangan, menolong banyak orang. Begitu unik wujud dari sebuah kebahagiaan yang berbeda-beda masing-masing orang dan berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi.

Di dunia ini selalu ada orang sakit yang bahagia, orang sehat yang bahagia, orang kaya yang bahagia, orang miskin yang bahagia, orang sukses yang bahagia, orang gagal yang bahagia, orang cantik yang bahagia, orang ganteng yang bahagia, dan boleh dikatakan bahwa bahagia itu bukan soal sedang dalam posisi atau kondisi apa hidupmu.

Seorang Psikiater bernama Robert Waldinger ( direktur Harvard Study of Adult Development ) melakukan penelitian panjang mengenai kebahagiaan dan didapatkan kesimpulan bahwa kebahagiaan itu bisa didapat ketika ada 3 hal dominan yang mempengaruhi yaitu pertama mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang terdekatnya, kedua mempunyai kualitas hubungan yang baik dengan orang terdekatnya seperti orang tua, pasangan. Dan yang terakhir adalah mempunyai hubungan pasangan yang stabil, saling mendukung satu dengan yang lain.

Jika kita melihat hasil penelitian Robert Wildinger, aspek kebahagiaan masih berasalh dari hal-hal yang tercipta dari luar diri kita. Mungkinkah kita menciptakan kebahagiaan dari diri-kita sendiri tanpa tergantung dari faktor “luar”?

 

3 PENDEKATAN UNTUK MEMPEROLEH KEBAHAGIAAN

1. Kebahagiaan yang diciptakan dengan “Mind manipulation“, ini pendekatan yang banyak dipakai para praktisi teknologi pikiran seperti NLP, Hypnotherapy, Psikologi dan lainnya. Sebagai contoh ketika kondisi jalanan macet membuat kita tidak bahagia, kita me”manipulasi” pikiran kita dengan merubah sudut pandang kita seperti “Bukankan macet itu waktu yang baik untuk belajar kesabaran ?” Atau “Wah macet waktu terbaik aku untuk bisa mendengarkan radio” kita mencari hal-hal positif / memberdayakan lain dari kejadian yang membuat kita tidak bahagia sampai menjadikan kejadian itu sesuatu yang bisa menjadikan diri ini bahagia.

2. Kebahagiaan yang di ciptakan lewat “Body Movement”. Begitu banyak penelitian tenang bahwa salah satu cara mengurangi stress atau membuat stress kita realese adalah dengan berolahraga. Menariknya ada satu teknik yang sering dipakai untuk menciptakan bahagia yaitu dengan terapi tertawa. Dengan tertawa kita memproduksi hormon-hormon positif yang dapat membuat diri ini menjadi jauh lebih bahagia dengan sendirinya. Jadi kita memahami dengan mengolah tubuh pun kita bisa menciptakan kebahagiaan.

3. Kebahagiaan yang diciptakan dengan ” Transpersonal”. Trans artinya melampaui atau beyond , Personal artinya diri. Pendekatan ini sudah ada sejak dahulu, bahkan guru-guru besar Psikologi seperti Abraham Maslow (memakai istilah “Transedance”) maupun Carl Jung (memakai istilah “Colective Mind”) sudah membicarakan tentang Transpersonal.

Apakah kebahagiaan dari transpersonal ini? Yaitu kebahagiaan yang bukan dicari tetapi mengenal kebahagiaan yang keberadaannya sudah ada di dalam diri kita yang selama ini mungkin belum disadari eksistensinya. Begitu panjang dan kompleks untuk menjelaskan kebahagiaan di layer ini, dikarenakan kebahagiaan di llapisan Transpersonal adalah kebahagiaan yang dikenal dengan kebahagiaan yang sejati dan tetap bukan kebahagiaan yang temporer / selalu berubah.

Kebahagiaan lewat manipulasi pikiran ( mind manipulation )  ataupun gerak tubuh ( body movement ) agak berbeda dengan kebahagiaan yang diperoleh dari proses mengenal diri / transpersonal. Dapat di analogikan sebagai berikut.

Anggap saja di depan wajahmu terlihat sehelai tali yang mirip ular, kamu akan cenderung kaget dan ketakutan. Cara untuk memperoleh ketenangan / kebahagiaan biasanya dengan cara menenangkan pikiran maupun gerak tubuh atur nafas sehingga tercipta kondisi pikiran dan tubuh ini menjadi tenang jauh dari ketakutan. Inilah yang saya sebut dengan cara “mind manipulation” atau “body movement”.

Berbeda ketika kamu mengunakan pendekatan transpersonal dimana kamu awalnya memperhatikan pikiran dan perasaaanmu yang ketakutan ini. Kemudian melihat dan memperhatikan perasaan ataupun gambaran ketakutan apa saja yang muncul dan kamu menyadari bahwa ini hanyalah sensasi dari pikiran yang tidak nyata dan kamu mengijinkan matamu melihat dengan detail apa yang kamu lihat sehingga kamu mengetahui bahwa yang kamu lihat adalah hanya ular palsu.Disini jelas terlihat perbedaan di mana, yang satu bisa membuatmu tenang bahagia namun kamu tidak mengetahui realita sesungguhnya. Sedangkan lewat pendekatan transpersonal kamu akan menjadi tenang karena kamu melihat realita sesungguhnya.

Memang, pendekatan “transpersonal” membutuhkan banyak latihan kesadaran diri. Semoga di lain waktu, saya bisa menuliskan lebih banyak langkah-langkah praktis untuk bisa mempraktekkan pendekatan ini. Untuk saat ini, cukup dengan kamu menyadari adanya pendekatan ini saja, sudah bisa menolongmu untuk memiliki bibit “kesadaran” itu.


SHARE:



IKUTI TES MENARIK INI:

Leave a Reply