Wheel Of Life: Pertanyaan Magis

Wheel Of Life: Pertanyaan Magis

Jika ditanya hal apa yang mendasari pengembangan diri saya, saya akan langsung menjawab bahwa hal itu tidak lain adalah PERTANYAAN.

Ya, pertanyaan. Ada efek magis dalam sebuah pertanyaan yang tajam.

Pernah ada yang berkata, baik buruknya seseorang dibangun dari perkataan. Bagi saya, lebih daripada perkataan, baik buruknya pengembangan diri seseorang dibangun dari pertanyaan. Baik itu pertanyaan yang diberikan kepadanya atau pertanyaan yang keluar dari mulutnya. Karena pertanyaan bisa membangun, bisa juga menghancurkan.

Ada 2 jenis pertanyaan: pertanyaan membangun (Empowering Question) dan pertanyaan yang tidak membangun (Disempowering Question). Dua-duanya punya efek magis. Dua-duanya memberi pengaruh. Namun keduanya punya dampak yang sangat berbeda.

Sebagai contoh yang merupakan “disempowering question” adalah “kenapa kamu lama sekali?”, “apa saja yang kamu kerjakan di jam kerja?”, “masa begini aja gak bisa?”, “kenapa dari kemarin gak nanya sih?”. Efeknya bisa ditebak: emosi marah, kesal, kecewa. Bahkan perasaan menyerah bisa saja timbul dari jenis pertanyaan ini.

Tapi efek sebaliknya diberikan pada “empowering question”. Bayangkan ada yang bertanya seperti ini: “apa yang bisa membuatnya menjadi lebih baik?”, “apa yang bisa dilakukan berbeda agar kamu merasa puas dengan hasilnya?”, “bantuan apa yang kamu perlukan agar tugas ini dapat diselesaikan lebih tepat waktu kedepannya?”

Pada situasi yang sama namun jika diberikan 2 jenis pertanyaan ini, pasti yang dirasakan akan berbeda secara signifikan.

Jika kita merasa stagnan yang tidak berkembang, mungkin yang perlu diubah bukan cara kita menjalani kehidupan, tapi cara kita mempertanyakan kehidupan. Seberapa sering kita mendapat pertanyaan atau memberi diri sendiri pertanyaan yang membangun (empowering question)?

WHEEL OF LIFE

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti sebuah workshop mengenai pendalaman pribadi. Ada satu alat ukur diri yang sangat mampu membantu kita mempertanyakan secara lebih baik hal hal di dalam diri kita. Secara bentuk sangat simpel dan mudah untuk diikuti pengisiannya. Alat ukur ini sering dikenal dengan nama wheel of life.

Alat ukur ini cukup banyak pengembangannya. Ada yang berisi 4 area, 8 area, hingga 12 area. Kita akan membahas wheel of life yang paing umum digunakan, yaitu dengan pengisian 10 area. Kita diminta untuk mempertanyakan seberapa puas kita dengan area-area dalam kehidupan kita. Jika dapat diukur melalui angka 1-10 dimana angka 1 berarti sangat tidak puas sedangkan angka 10 artinya sangat puas, seberapa nilai kita terhadap kepuasan masing-masing area dalam hidup kita?

Pegisian ini membuat kita menjadi lebih sadar mengenai perlunya pengembangan di banyak area dalam kehidupan kita. Bayangkan kehidupan karir Anda. Seberapa puas diri Anda dengan kehidupan karir Anda? Merasa sangat puas. Bagus! Kalau begitu mari coba ukur tingkat kepuasan Anda dalam area keuangan. Apakah Anda merasa berada ada tingkat kepuasan yang sama? Bagaimana dengan kehidupan percintaan Anda, atau kepuasan Anda dalam melakukan rekreasi pribadi?

Wheel of Life mampu membantu kita untuk melihat area-area yang butuh perhatian lebih dari kita. Ada 10 area yang disasar dalam tes ini:

  1. Karir: Seberapa puas kita dengan apa yang kita lakukan untuk menghasilkan uang selama ini? Bisa jadi di area pekerjaan atau bisnis. Atau dapat diganti area sekolah jika belum bekerja.
  1. Keuangan: Seberapa puas kita dengan cara kita mengatur keuangan kita untuk mencapai tujuan kita secara finansial?
  1. Kesehatan: Kondisi kesehatan tubuh kita, seperti intensitas berolahlaga, pola makan, pola tidur.
  1. Kehidupan Sosial: Bagaimana kita berinteraksi dalam lingkaran sosial kita.
  1. Keluarga: Orangtua kita, saudara kandung, saudara dekat, atau siapapun yang termasuk dalam keluarga.
  1. Kehidupan Percintaan: Kadar cinta yang kita rasakan dan dapatkan. Tidak harus yang berkaitan dengan pasangan. Tapi seberapa kita mendapatkan rasa cinta dari lingkungan kita.
  1. Rekreasi: Rekreasi kita dan segala kenikmatan yang bisa kita rasakan.
  1. Kontribusi: Seberapa kita sudah memberi kembali kepada masyarakat.
  1. Spiritualitas: Koneksi kita dengan entitas yang lebih besar dari kita. Dapat disebut sebagai Tuhan atau keuatan yang lebih tinggi.
  1. Gambar Diri: Bagaimana kita melihat kepuasan atas diri kita sendiri.

Tertarik Untuk mengetahui Tingkat Kepuasan “Wheel of Life” kamu? Kunjungi web ini minggu depan! Kami sedang menyiapkan tes ini GRATIS untuk kamu!


Siapapun diri kita, 10 area ini merupakan area yang esensial untuk mengembangkan diri kita ke arah yang lebih baik. Oleh sebab itu penting untuk kita menilai secara sadar seberapa puas kita dengan semua area dalam kehidupan kita. Karena pengembangan hanya bisa terjadi saat kita sadar bahwa ada area yang perlu untuk dikembangkan.

Berikan lebih banyak empowering question untuk mengembangkan tingkat kepuasan atas area-area dalam kehidupan kita:

  1. Apakah Anda puas dengan hasil lingkaran Anda?
  2. Apa 3 area terendah Anda dan apa yang menyebabkan itu?
  3. Apa yang harus diprioritaskan agar nilai di area tersebut naik sesuai dengan harapan Anda?
  4. Apa tindakan nyata Anda untuk menunjukkan bahwa area itu penting dalam kehidupan Anda?
  5. Kapan Anda akan memulai melakukan aksi untuk meningkatkan nilai dalam area tertentu?

Wheel of Life dapat sangat membantu kita untuk melakukan refleksi atas area apa saja dalam kehidupan kita yang perlu kita fokuskan, dan area mana yang sudah baik dan perlu kita jaga. Pertanyaan-pertanyaan yang membangun yang diberikan dalam kehidupan kita akan membuahkan hasil-hasil positif yang tak terkira jika kita menjawabnya dengan aksi nyata untuk menciptakan kehidupan yang benar-benar bermakna.


SHARE:



IKUTI TES MENARIK INI:

Leave a Reply