7 Practical Leadership Tips!

7 Practical Leadership Tips!

Note: Dalam tulisan saya kedepan, saya akan menjabarkan mengenai kepemimpinan yang praktikal dan dapat langsung di praktekkan di kehidupan sehari-hari. Saya beri judul series tulisan saya tentang kepemimpinan adalah Practical Leadership.

Jika ada pembahasan praktis dari kepemimpinan lainnya atau ide materi untuk tulisan kepemimpinan lainnya, dapat kita diskusikan di kolom comment.


PRACTICAL LEADERSHIP #1: WHAT I HAVE LEARNED FROM MY LEADERS

Pemimpin seringkali disamakan dengan posisi tertentu.

Jelas tidak ada yang salah dengan posisi, tapi menyamaratakan posisi dengan kepemimpinan, itu yang mengundang kerancuhan begitu banyak orang. Saat ini saya menjadi fasilitator di sebuah komunitas bernama Community of Leaders dimana bentuknya adalah sebuah kelas dengan beberapa sesi dan kemudian diakhiri dengan melakukan fasilitasi terhadap materi yang disampaikan sebelumnya.

Dalam proses pendaftarannya, tidak sedikit yang menyebutkan apakah mereka boleh mengikuti kelas tersebut walaupun mereka bukan pemimpin di sebuah organisasi? Dan pertanyaan itu menjadi sangat sering sehingga berhasil membuat saya bertanya-tanya, apakah definisi pemimpin sekarang sudah disamakan dengan posisi tinggi di sebuah organisasi atau korporasi?

Kepemimpinan menurut John C. Maxwell adalah mengenai pengaruh. Selama Anda berhasil memengaruhi orang lain, terlepas dari apapun posisi Anda atau apakah Anda berada di sisi yang benar atau salah, Anda adalah seorang pemimpin.Pada dasarnya, jumlah pengikut bukanlah landasan keberadaan seorang pemimpin. Bahkan mejadi premimpin tidak perlu disertai dengan pengikut apapun.

Sebagai contoh, pernahkah Anda mencoba sebuah tempat makan baru atas rekomendasi dari teman Anda? Atau menonton film yang disampaikan bagus oleh rekan terdekat Anda?

Saat Anda mengambil aksi atas pengaruh yang diberikan oleh orang lain, saat itulah peran kepemimpinan telah terjadi.

Lihatlah di sudut perempatan lampu merah di jalan raya. Saat lampu masih menunjukkan warna merah, dan salah satu kendaraan maju menerobos, bukan hal baru bagi kita melihat kendaraan lain pada akhirnya memilih untuk mengikuti kendaraan yang memberikan pengaruh tersebut.

Tidak perlu posisi tertentu untuk memberikan pengaruh.

Pemahaman ini justru saya dapatkan dari sejumlah pemimpin yang secara posisi berada di atas saya. Orang-orang  yang daripadanya saya belajar melihat sisi lain dari kepemimpinan yang sesungguhnya. Dan secara implisit memberi saya pembelajaran bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang:

Get things beyond expectation.

Lebih dari hanya sekedar menyelesaikan tugas yang dipecayakan padanya, pemimpin adalah orang pertama yang memiliki mental untuk menyelesaikannya secara excellent sehingga hasil yang diberikan mampu melebihi ekspekasi pemberi tugas sebelumnya.

 

Change the plan, but not the goal.

Adalah sebuah hal yang lumrah menemukan tantangan di tengah jalan. Namun pastikan untuk mampu memberdayakan diri sedemikian rupa agar tujuan tugas dapat terlaksana walaupun harus memberikan usaha lebih untuk mengubah rencana awal. Optimisme terhadap pencapaian harusnya sejalan dengan kesenangan untuk menjalani prosesnya.

Oleh sebab itu sangat penting bagi seorang pemimpin mengerti dengan jelas tujuan yang hendak dicapai.

Tell “what” than “how”

Kesadaran diri bahwa setiap orang berbeda akan menjadi aspek krusial dalam kepemimpinan. Karena tugas pemimpin bukan untuk memaksakan sebuah cara yang sudah teruji oleh kita untuk kemudian dapat dilaksanakan oleh orang lain. Cara terbaik untuk kita belum tentu cara yang terbaik untuk mereka.

Sehingga pemimpin harus lebih dapat menjelaskan apa tujuan akhir dari apa yang hendak dikerjakan, bukan semerta-merta hanya menjelaskan bagaimana melakukannya.

Pemimpin yang baik tau persis menempatkan orang pada porsinya masing-masing dan percaya penuh bahwa mereka mampu melakukannya dan menyelesaikannya dengan maksimal.

 

Available to support

Menjadi pribadi yang bisa dijangkau oleh orang lain, bukan orang dengan segudang pekerjaan yang bahkan untuk membalas email butuh waktu mingguan untuk mendapat jawabannya. Menjadi orang pertama yang memberi dukungan atas apa yang kita kerjakan. Tulus memberikan pujian saat apa yang dilakukan orang lain benar-benar sangat baik di matanya.

Think “what’s better”, rathen than “what’s the best”

Menjadi pemikir yang progresif. Tidak tergiur dengan hal-hal paling baik yang bisa dikerjakan, tapi mencari celah untuk mendiskusikan hal-hal apa yang lebih baik yang dapat dilakukan kedepannya.

Open to errors

Pengalaman bukanlah guru terbaik. Tapi pengalaman yang dievaluasi mampu.

Kesalahan tidak dibiasakan menjadi alasan, tapi jutru menjadi batu lompatan agar umpan balik dapat diberikan. Dan menciptakan ruang kesalahan yang aman bagi orang lain bukanlah perkara mudah. Karena butuh kebesaran hati untuk melihat pertumbuhan luar biasa atas seorang individu atas kesalahan yang pernah dibuatnya.

Being Secure

Menjadi aman atas dirinya sendiri sehingga mampu memberikan selebrasi atas pencapaian yang mungkin lebih baik dari pencapaian kita. Tidak merasa iri atau tertuduh hanya karena apa yang ia buat lebih dikenal dan lebih berpengaruh dari apa yang kita buat.

Justru pengalaman yang ada dijadikan sebuah waktu untuk merefleksi apa lagi hal yang masih harus dikembangkan dalam dirinya.

Menjadi aman juga berarti berani untuk memberikan spotlight kepada rekan-rekan yang berkontribusi besar atas hasil yang dicapai dan tidak hanya menganggap bahwa pekerjaan itu adalah hasil dari kita semua tanpa memberikan spotlight spesifik kepada tiap mereka.

Semakin membayangkan karakteristik hebat yang saya pelajari dari pemimpin-pemimpin saya, semakin saya menyadari bahwa untuk memengaruhi tidak perlu memiliki posisi tinggi atau besar. Karena pemimpin sejatinya adalah tentang memberikan nilai tambah kepada orang lain.

Setiap kita, dimanapun posisi kita, dapat mengambil langkah dan keputusan untuk dapat memengaruhi secara positif orang lain dan tentu saja memberikan nilai tambah sehingga dengan begitu orang lain dapat merasakan dampak dari kepemimpinan yang kita lakukan.


SHARE:


IKUTI TES KEREN INI:

Leave a Reply